7 Contoh Lukisan Kontemporer Paling Unik

Lukisan kontemporer adalah hasil cipta dari seni lukis masa kini. Karena itu, perkembangan art ini begitu dinamis. Sehingga, suatu saat nanti, karya ini tidak lagi bisa dibilang terkini atau up date.

Saat ini, lukisan kontemporer begitu diminati. Bahkan, para senimannya pun bermunculan. Penyebabnya tidak lain karena karya seni ini memiliki harga yang cukup mahal. Bahkan, galerinya tersebar di negara-negara besar dengan respon luar biasa dari para kolektor “kelas kakap”. Berikut ini, beberapa contoh lukisan kontemporer yang paling dicari, yaitu:

1. Harmonic Tremor

Harmonic Tremor adalah lukisan kontemporer (modern) yang digarap oleh seniman kawakan Indonesia Arin.  Sebuah pahatan abstrak yang sangat khas. Kabarnya, lukisan ini dipersembahkan untuk dua maestro lukis dunia Jackson Pollock serta Sam Francis. Legenda abstrak expressionist yang tidak ada duanya.

Lukisan Harmonic Tremor diakui sebagai karya kontemporer yang eksklusif. Karenanya, Arin mendapat pujian sebagai seniman lintas masa dengan karya-karya abstrak universal-nya. Maka dari itu, karya seniman kawakan ini selalu memenuhi galeri-galeri ternama. Termasuk Arndt Gallery Berlin Jerman.

2. Cakrawala Warna

Cakrawala Warna dibuat oleh Seniman yang sempat diremehkan pada tahun 90an. Bahkan, Oei Hong Djin, di-bully ketika membeli salah satu lukisan dari sang maestro yang bernama lengkap Rudi Mantofani ini.

Tak dinyana, saat ini seniman yang akrab dipanggil Rudi ini benar-benar menjadi seniman lukisan kontemporer yang ternama akibat karya terbarunya Cakrawala Warna tembus pasar dunia.

3. The Dark Cloud Existed Only Two Second

The Dark Cloud Existed Only Two Second adalah lukisan modern paling sentimentil era ini. Pembuatnya adalah Christine Ay Tjoe yang sengaja menyapu kuasnya dengan tema “pribadi manusia secara universal”. Lukisan ini sempat viral dan akhirnya laku di Hongkong di sebuah galeri top Christi’s.

4. Origen’s Gambit

Lukisan kontemporer paling unik dan mahal selanjutnya adalah Origen’s Gambit. Sebuah karya terbaik dari seniman Bali. Sekalipun begitu, corak sapuannya tidak menampilkan ciri khas “Pulau Dewata”. Karena Gede Mahendra Yasa sebagai pencipta lukisan, tidak begitu menyukai hegemoni kedaerahan di dalam seni.

Fokus tematik pada lukisan Origen’s Gambit adalah korelasi alam semesta. Seniman ini mencoba leburkan karya-karya seniornya dalam satu warna sehingga menghasilkan karya ikonik yang baru. Hasilnya memang menakjubkan. Sebuah lukisan kontemporer yang tidak menghilangkan nilai estetis sapuan yang tradisional.

5. The Old Master

The Old Master adalah lukisan modern yang dibuat oleh I Nyoman Masriadi. Tentu, ciri khas dari seniman ini adalah hasil karyanya identik dengan manusia super hero.

Pada sapuannya kali ini, Bung Masriadi mengangkat salah satu aktor video game yaitu Samuro. Dia mencoba memasukkan unsur ksatria sekaligus kejantanan ke dalam lukisannya. Lain daripada itu, sang seniman juga ingin menampilkan sosok sang hero sebagai manusia yang menderita dalam peperangan.

6. Black and the Small White

Black and The Small White adalah karya terbaik Christine Ay Tjoe. Di dalamnya terdapat dasar filosofis kehidupan mengenai kejahatan dan kebaikan. Sedangkan dari bentuk intrinsik-nya, karya ini menampilkan perpaduan warna dan latar yang cukup baik.

7. Death Clock

Death Clock adalah lukisan terbaru dari I Nyoman Masriadi. Menurut beberapa kritikus, di karya inilah, sang penulis berhasil menemukan ciri khasnya dalam menghasilkan karya abstrak. Jika dilihat sekilas, terdapat perpaduan dua budaya di dalam lukisan ini. Yaitu budaya egaliter dan liberal yang digabung menjadi satu.

Lukisan kontemporer mungkin “lekang” ketika jaman sudah berubah. Entah, karya lukis macam apa yang muncul selanjutnya. Sekalipun begitu, guratan ini wajib diapresiasi sebagai karya seni yang luar biasa.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *